Blog

Pemegang Saham ala Drakor Start-UP

Uncategorized

Pemegang Saham ala Drakor Start-UP

Kamu pecinta Drakor? Pastinya lagi ngikutin serial Drakor Star-Up kan? Ceritanya gak jauh-jauh dengan kehidupan anak-anak muda Korea Selatan jaman sekarang sekarang yang punya impian besar dan membangun bisnis rintisan. Bahkan, banyak banget anak-anak muda di Korea Selatan yang berlomba menjadi CEO muda. Jadi, mereka mendirikan perusahaan Start-Up atau perusahaan rintisan sesuai passion mereka. Ini tentunya gak mudah guys, karena mereka harus berjuang untuk mencari modal, memasarkan produk hingga bersaing di pasaran buat masarin produk.

Sayangnya, dalam film itu pada awalnya diceritakan jika mereka semangat banget buat mendirikan Start-Up. Tapi dalam perjalanannya, mereka tiba-tiba cepet bosen, putus asa, dan  akhirnya gagal. Sayang banget kan?

Buat membangun Start-Up itu memang gak gampang guys. Jalannya panjang, dan pastinya banyak hambatan dan kesulitan yang harus dilewatin. Tapi, kalau kalian mau membangun Start-Up bukannya gak mungkin. IDLC akan kasih kamu 3 modal penting nih yang bisa bikin kalian bertahan. Yuk disimak!

Pertama, kamu harus punya passion yang kuat. Ibaratnya, kamu harus cinta sama perusahaan yang dijalanin nanti. Kalo ngga, kamu bakal cepet bosen dan ninggalin usaha yang kamu rintis itu. 

Kedua, endurance atau kesabaran. Ini juga penting guys. Pastinya membangun usaha itu gak lantas kalian cepat dapat keuntungan. Kamu harus sabar dengan situasi yang ada, menghadapi rekan satu tim dan dengan perkembangan usaha kamu.

Dan yang terakhir, though. Ini penting banget! Pastinya dalam membangun usaha kamu akan menemui banyak masalah. Jadi kamu harus bisa tahan banting dalam kondisi apapun. Jangan cepet putus asa!

Jika ketiga modal penting itu sudah kalian tanamkan di hati, kemudian apa lagi hal penting yang dibutuhkan dalam Start-Up? Tentunya saham ya guys. Apa sih sebenernya yang kamu tau tentang saham? Nah, IDLC akan sedikit menjelaskan pada kamu.

Kamu yang suka nonton serial Start-Up ini tentu inget scene dimana Won In Jae tidak diundang RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), padahal dia CEO perusahaan Morning Group tersebut. Sebenarnya, CEO atau direktur gak harus datang ke RUPS kalau dia bukan salah satu pemegang saham. Kasusnya sama seperti Won In Jae di perusahaan Morning Group, dia ini Direktur tapi bukan pemegang saham. Jadi, sebagai CEO tanpa saham, Won In Jae gak wajib hadir dalam RUPS.

Sekarang, bagaimana dengan ketentuan di Indonesia? Di Indonesia, berdasarkan Pasal 79 ayat (1) UUPT, RUPS dilaksanakan atas undangan dari Direksi. Jika Won In Jae sebagai satu-satunya CEO atau Direktur, dia harus hadir. Bahkan, posisi dia adalah sebagai yang mengundang serta pemimpin rapat apabila hal tersebut diatur di anggaran dasarnya. Tapi, jika ada Direktur lainnya, Won In Jae bisa aja gak diundang dan gak hadir di dalam RUPS.

Di dalam RUPS ada yang namanya hak suara dan hak tanpa suara. Biasanya hak ini diberikan dengan klasifikasi pemegang saham seperti berikut.

  1. Saham Preference atau saham istimewa ini bila perusahaan bangkrut, maka akan lebih diprioritaskan untuk mendapatkan pembagian dividend. Nominalnya juga lebih besar dari nilai dividen yang diterima pemegang saham biasa. Sayangnya, ini yang menyebabkan pemegang saham preference tidak punya hak suara dalam RUPS. Tapi hak suara biasanya akan diberikan dengan kondisi perusahaan tidak dapat membayar deviden saham preference selama periode tertentu. Ini tentunya membuat hak suara gak punya pengaruh apapun, karena kondisi perusahaan yang sudah diambang kebangkrutan.
  2. Saham biasa membuat pemiliknya memiliki posisi paling akhir dalam pembagian hak atas kekayaan perusahaan bila perusahaan tersebut bangkrut. Dengan kata lain bukan prioritas. Dalam RUPS, pemilik saham biasa memiliki hak bersuara. Tapu hanya hak suara dengan ketentuan one vote one share atau pemilik saham punya satu suara untuk satu saham.

Sudah IDLC jelaskan sebelumnya kalau pemilik saham biasanya punya hak suara dengan sistem satu saham untuk satu hak suara. Nah, boleh gak jika pemilik satu saham punya lima hak suara? Ini yang pengen banget dimiliki oleh para investor Start-Up. Tapi hak itu gak bisa guys, karena sudah diatur di dalam UUPT No. 40 Tahun 2007, dengan konsep one share one vote.

Sebenarnya, pembahasan tentang saham atau RUPS ini udah pernah dibahas di Podcast Ngopi Hukum by IDLC ID di episode yang ke-49 tentang “Bentuk-bentuk RUPS”. Nah, kalau kamu pengen tahu banyak tentang hukum yang relate dengan kehidupamu sehari-hari, pantengin terus podcast IDLC ya guys!

Jika kamu mau tau lebih banyak pembahasan tentang ahli waris, bisa banget nih dengerin podcastnya Ngopi Hukum by IDLC ID di episode ke-46 yang judulnya “Start Up Legal sebagai Katalisator Revolusi Industri 4.0?”

Leave your thought here

Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
Alert: You are not allowed to copy content or view source !!