Blog

In Dubio Pro Reo – Ketika Hukum Menjadi Ragu, Dapatkah Hukum Rimba yang Berlaku?

Uncategorized

In Dubio Pro Reo – Ketika Hukum Menjadi Ragu, Dapatkah Hukum Rimba yang Berlaku?

Beberapa waktu lalu IDLC pernah menerbitkan artikel yang membahas tentang drama Korea berjudul  Law School dan Vincenzo. Kali ini, IDLC akan membahas drakor lainnya yang gak kalah keren jalan ceritanya. Apalagi kalau bukan drakor berjudul Taxi Driver.  Buat kalian yang belum nonton, IDLC akan kasih sedikit spoiler.

Taxi Driver ini, merupakan drama Korea yang diangkat dari cerita webtoon berjudul The Deluxe Taxi karya Carlos dan Lee Jae-Jin. Drama Taxi Driver mengisahkan tentang Kim Do Ki (Lee Je Hoon), yaitu seorang lulusan akademi Angkatan Laut Korea Selatan yang menjadi anggota militer. Hidupnya ini berubah setelah ibunya meninggal secara tragis karena dibunuh sama pembunuh berantai. Ini juga yang jadi alasan kenapa drakor ini dapet rate 19+, karena banyak banget adegan sadis dan kekerasannya.

Kim Do Ki ini seorang pengemudi taksi mewah, yang bekerja di perusahaan taksi bernama Rainbow Taxi. Perusahaan taksi ini bukan penyedia jasa transportasi biasa, tapi menyediakan taksi yang mewah untuk orang-orang yang pengen membalaskan dendamnya kepada para penjahat. Kalau ada klien yang menghubungi, maka Kim Do Ki akan beraksi. Tentunya bersama para tim, yaitu Jang Sung Cheol (Kim Eiu Sung), sebagai pemilik perusahaan Rainbow Taxi; Go Eun (Pyo Ye Jin) yang merupakan kasir merangkap tim IT rahasia di Rainbow Taxi; serta Choi Kyung Koo (Jang Hyuk Jin) dan Park Jin Eon (Bae Yoo Ram), dua teknisi andal di perusahaan taksi tersebut. Semuanya akan selalu siap untuk membantunya. Menarik banget kan guys jalan ceritanya?

Di episode awal aja kita udah disuguhin sama misi balas dendam kepada Jo Do Chul (Jo Hyun Woo), seorang narapidana yang ditangkap karena kasus pelecehan seksual tapi malah dibebaskan oleh pihak kepolisian. Ketika keluar dari penjara, dia langsung dijemput sama taksi dari Rainbow Taxi Company, yang punya misi untuk memberikannya ganjaran. Jadi, film ini pada setiap episodenya akan menghadirkan kisah balas dendam yang beda-beda. 

Target mereka bukan cuma pelaku pelecehan seksual aja guys. Tapi ada pembunuh berantai tanpa alasan (psikopat), pemerkosaan, serta pelaku multilasi. Bahkan, yang paling kejam ada 2 orang tidak bersalah di hukum sampai 20 tahun. Salah satu korban salah dakwaan tadi sampai bunuh diri dalam penjara. Sedangkan karena asas In Dubio Pro Reo tadi, pembunuh asli yang psikopat masih berkeliaran membunuh semakin banyak orang. Dalam kasus lain, banyak mafia kejam yang selalu bisa menghindari hukum dengan mengeksploitasi dan menjual organ manusia hidup-hidup, seperti kornea mata, ginjal, hati, dan lainnya yang selalu bisa lolos guys.

Ini sebabnya, kenapa Taxi Driver bisa ada karena tujuannya yaitu untuk menyediakan jasa balas dendam untuk para korban yang gak mendapatkan keadilan melalui hukum guys.  

Kalo kita liat contoh-contoh di dalam draktor tadi, dengan pelaku yang sebegitu kejamnya, akankah hukum rimba yang berlaku?

Makna hukum rimba sendiri dalam hukum adalah siapa yang kuat dia yang menang. Kuat yang dimaksud di sini adalah kuat dalam bertahan dan mencari pembenaran atas hal yang ingin dicapai. Jika kita maknai hukum ini hanya sepintas saja, maka yang akan kita tangkap adalah hukum yang kejam dengan tidak memperhatikan keadilan yang ada. Dikatakan juga bahwa siapa saja yang ingin menang maka harus kuat dan bisa melakukan apapun demi mencapai kemenangan tersebut.

Jika hal ini diterapkan tanpa pertimbangan, yang akan terjadi adalah ketidakadilan. Selain itu, banyak hal buruk bisa terjadi karena orang akan melakukan apapun demi mencapai kemenangan dalam hukum. Bahkan dalam konteks paling kejam, banyak yang akan melakukan kanibalisme hanya demi sebuah kemenangan individu ataupun kelompok. Padahal, dasar hukum kita mengajarkan bahwa sebagai masyarakat harus memiliki rasa peduli terhadap sesama dan gotong-royong serta berperilaku adil.

Nah, in real life kita juga harus inget nih guys. Menurut Pasal 183 KUHAP, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang, kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah. Selain itu, hakim tersebut harus memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi, dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. Sebaliknya, jika pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan di sidang pengadilan kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, maka terdakwa dapat diputus bebas. Hal ini sesuai dengan asas In Dubio Pro Reo, yaitu jika terjadi keragu-raguan apakah terdakwa salah atau tidak, maka sebaiknya diberikan hal yang menguntungkan bagi terdakwa yaitu dibebaskan dari dakwaan.

Keyakinan hakim dalam hukum pidana menjadi suatu prasyarat yang harus ada bagi proses lahirnya suatu putusan (vonis). Hakim tidak boleh memutus suatu perkara dengan semata-mata menyandarkan diri pada fakta atau keadaan objektif yang terjadi pada suatu kasus. Hakim harus betul-betul menggunakan keyakinannya terhadap berbagai fakta dan keadaan objektif bahwa terdakwa memang bersalah.

Antara alat-alat bukti yang sah dan keyakinan hakim satu sama lain berhubungan erat, bahwa keyakinan hakim muncul karena adanya alat-alat bukti yang sah. Atas dasar itu syarat adanya keyakinan hakim bukanlah keyakinan yang bersifat tiba-tiba, tetapi merupakan keyakinan yang sah atau keyakinan yang diperoleh dari alat-alat bukti yang sah.

Jadi,  kalo ada seorang menjadi terdakwa tapi tidak ada minimal dua alat bukti yang sah mengarah padanya, serta hakim ragu-ragu, maka hakim tidak boleh memutus suatu perkara dengan semata-mata menyandarkan diri pada fakta atau keadaan objektif yang terjadi. Hakim tersebut  harus betul-betul menggunakan keyakinannya terhadap berbagai fakta dan keadaan objektif bahwa terdakwa memang bersalah.

Jika Hakim Ragu, asas In Dubio Pro Reo jawabannya. Jadi, “Lebih baik membebaskan 1000 (seribu) orang yang bersalah, daripada menghukum 1 (satu) orang yang tidak bersalah.”

Leave your thought here

Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
Alert: You are not allowed to copy content or view source !!