Blog

Vicenzo : Apakah Jual Beli dalam Paksaan Bisa Dibatalkan?

Cover-Vinzenco
Uncategorized

Vicenzo : Apakah Jual Beli dalam Paksaan Bisa Dibatalkan?

Kamu tau gak drama Korea yang lagi populer saat ini dan diperankan oleh si duda keren Song Jong Ki? Yup, film itu berjudul VINCENZO. Jadi Song Jong Ki di film ini berperan sebagai Vincenzo Cassano, seorang pengacara keturunan Korea yang hidup dan tinggal di Italia. Vincenzo ini ceritanya sejak berusia 8 tahun diadopsi oleh keluarga mafia di Italia. Selain sebagai pengacara, ternyata dia juga seorang mafia.

Ceritanya, Vincenzo ini jadi penasihat hukum ayahnya yang bernama Fabio. Fabio yang merupakan ketua mafia ini kemudian karena dibunuh sama lawannya. Setelah ayah angkatnya itu wafat, Paolo yaitu putra kandung sekaligus kepala mafia yang baru, nyoba nyingkirin Vincenzo meskipun gagal terus. Akhirnya, Vincenzo cuma ngasih peringatan ketika berada di pesawat yang menuju Seoul, agar Paolo ini jangan pernah mencoba nyari-nyari dirinya lagi.

Kemudian ketika sampai di Korea Selatan, sialnya Vicenzo ini justru akan menemukan masalah baru dengan sebuah kartel yang jahat. Ternyata Vicenzo justru menemukan kalau dirinya dapat menyelesaikan masalah setelah bertemu dan terlibat sama Hong Cha Young, yaitu seorang pengacara yang rela ngelakuin apa aja untuk bisa menangin sebuah kasus. Hong Cha Young yang diperanin sama Jeon Yeo Binya merupakan seorang pengacara yang handal di firma hukum terbaik di Korea Selatan, Woosang.

Tujuan sebenarnya Vincenzo datang ke Korea Selatan yaitu untuk menjaga dan nyembunyiin 12 ton emas batangan milik seorang Taipan asal Tiongkok. Emas itu sendiri berada di ruang rahasia bawah tanah Plaza Geumga. Nah, dalam aksinya itu dia gak sendirian guys. Dia dibantu sama rekannya yaitu Manajer Cho Young Woon.

Namun guys, tiba-tiba si konglomerat Cina pemilik 12 ton emas batangan itu meninggal kena serangan jantung. Jadi dengan sendirinya emas yang banyak banget itu jatuh ke tangan Vincenzo dan Pak Cho, yang rencananya emas-emas tadi buat pensiun mereka berdua. Nah, Manajer Cho sendiri merupakan pemegang hak milik atas tanah dan bangunan Plaza Geumga, walaupun di awal dia cuma sebagai fake owner alias hanya di atas kertas.

Tiba-tiba, masalah muncul ketika perusahaan real estate di bawah naungan Babel Group mengambil alih gedung Geumga dengan segala cara, tapi caranya itu gak baik guys. Orang-orang dari Babel Group ini bahkan menyandera istri dan anak Manager Cho. Manajer Cho kemudian dipaksa menandatangani surat perjanjian jual beli Geumga Plaza. Karena Manager Cho gak tega ngeliat istri dan anaknya disandera, akhirnya dirinya terpaksa tandatangan surat perjanjian itu demi menyelamatkan keluarganya.

Nah kalo udah terlanjur kejadiannya seperti itu, perjanjian jual belinya sah gak sih guys?

Jadi kita harus liat dulu syarat sah perjanjian dan akibat hukumya. Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, suatu persetujuan akan dikatakan sah bila udah memenuhi syarat-syarat sah suatu persetujuan seperti yang udah diatur pada Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”), yaitu :

  1. Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  3. Suatu hal tertentu;
  4. Suatu sebab yang halal.

Syarat pertama dan kedua yaitu cakap dan sepakat merupakan syarat subyektif guys.  Jadi, bila gak terpenuhi  bisa membuat perjanjian itu dapat mintakan pembatalannya. Sedangkan apabila yang tidak terpenuhi adalah syarat ke tiga dan ke empat yaitu hal tertentu dan sebab yang halal, maka akan menjadikan suatu perjanjian menjadi batal demi hukum. Jadi hal ini akan membuat kedudukan para pihak dalam kondisi tersebut seolah-olah tidak ada perjanjian sebelumnya.

Kemudian, dibahas lagi pada Pasal 1321 KUH Perdata, yang bunyinya, “Tiada suatu persetujuan pun mempunyai kekuatan jika diberikan karena kekhilafan atau diperoleh dengan paksaan atau penipuan.”

Hal ini ditegaskan lagi oleh pasal 1323, 1324, 1325 dan pasal 1327 KUHPerdata. Paksaan yang diakukan terhadap orang yang mengadakan suatu persetujuan mengakibatkan batalnya persetujuan yang bersangkutan. juga apabila paksaan itu dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak berkepentingan dalam persetujuan yang dibuat itu.

Jadi, berarti kalau prosesnya dilakukan secara terpaksa, di bawah tekanan, dan bahkan sampe anak istrinya disandera, kemudian tidak juga dengan itikad baik, maka dianggap tidak ada suatu persetujuan apapun di antara mereka ya guys.

Sekian pembahasan untuk story kali ini, semoga bermanfaat. Jangan sampai ketinggalan di story-story selanjutnya yang gak kalah menarik dan seru pastinya.

Leave your thought here

Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
Alert: You are not allowed to copy content or view source !!