perkawinan

ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (UU 1/1974 tentang Perkawinan)

Kaidah Hukum Yurisprudensi: Dengan berlakunya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 (Undang-Undang tentang Perkawinan), maka berdasarkan Pasal 50 undang-undang tersebut batas umur seseorang yang berada di bawah kekuasaaan perwalian adalah 18 tahun bukan 21 tahun. (Putusan Mahkamah Agung RI Tertanggal 13 Oktober 1976 No. 477 K/Sip/1976) 

Kaidah Hukum Yurisprudensi: Menurut hukum, peralihan agama tidak menyebabkan batalnya/gugurnya perkawinan (Pasal 72 HOCI). Berdasarkan Pasal 66 UU No.1/1974 jo. Pasal 47 PP No. 9/1975, Pasal 72 HOCI tersebut masih berlaku, karena hal ini belum diatur dalam undang-undang perkawinan yang baru dan peraturan pemerintahannya. (Putusan Mahkamah Agung No.1650 K/Sip/1974, tanggal 13-11-1979.)

Alert: You are not allowed to copy content or view source !!